Para siswa pasti menganggap bahwa pengetahuan merupakan aspek penting dari proses belajar. Yang dimana aspek tersebut menghasilkan penilaian kognitif ( pengetahuan ) yang akan tercatatat di rapot adik-adik. Namun adik-adik pasti asing ketika mendengan Metakognisi.
Pada era sekarang, dengan tersebarnya pengetahuan yang membludak seperti yang di jelaskan pada artikel sebelumnya. Yang dimana adik-adik bisa mendapatkan informasi kapan saja dan membludak, dan yang harus adik-adik sadari bahwa informasi yang datang sering bersifat kompleks dengan segala permasalahan sosial yang tidak mudah adik-adik terima atau cerna.
Karena itu, dibutuhkan kemampuan dalam berpikir yang aktif dalam mengelola isi pikiran. Hal tersebut kemudian dikenal dengan kemampuan metakognisi.
Sederhananya, metakognisi merupakan keterampilan dalam membentuk pengetahuan yang berasal dari dalam pikiran adik-adik sendiri. Sehingga polanya pasti berbeda dengan proses kognitif yang hanya melakukan transfer knowledge saja yang masuk dari luar ke pikiran adik-adik.
Jadi kemampuan metakognisi berasal dari dalam ke luar, dari dalam pikiran mengeluarkan pengetahuan-pengetahuan untuk merespon keadaan diluar pikiran kita.